Uji Kepatuhan Para Penjual Rokok, Bea Cukai Sorong Gelar Operasi Pasar

Sorong (11/12/2017) – Operasi Patuh Ampadan II merupakan operasi lanjutan di bidang cukai untuk menurunkan dan menekan tingkat peredaran barang kena cukai (BKC) seperti rokok dan minuman keras ilegal, serta meningkatkan kepatuhan pengusaha cukai. Diharapkan operasi ini dapat menciptakan situasi kondusif terhadap peredaran BKC yang sudah sesuai ketentuan dan berdampak pada kenaikan penerimaan cukai.

Pelaksanaan operasi cukai ilegal ini dilaksanakan oleh kantor-kantor pengawasan Bea Cukai di seluruh Indonesia, seperti Bea Cukai Sorong. “Melalui Operasi Patuh Ampadan II ini, kami menggelar kegiatan operasi pasar di dua tempat yang berbeda, yaitu di distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan dan Kota Sorong, tanggal 6-8 Desember 2017, untuk menguji kepatuhan dari penjual hasil tembakau. Kami mengunjungi pasar-pasar untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pedagang rokok eceran, tentang identifikasi rokok ilegal serta dampak peredaran barang tersebut. Kegiatan ini bertujuan agar pedagang mengetahui perbedaan rokok yang resmi dan yang ilegal, sehingga kedepannya para pedagang tidak lagi menjual rokok ilegal,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Sorong, Bambang Eko Prawinestyono.

Pada kegiatan operasi yang menjadi tugas seksi P2 ini ikut pula perwakilan dari seksi KIP dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi dan mengedukasi para penjual mengenai rokok ilegal yang dinilai masih banyak beredar dimasyarakat. Sosialisasi dilaksanakan dengan memberikan informasi secara langsung serta dengan membagikan booklet berisi indormasi tentang larangan rokok ilegal kepada para penjual. Dibagikan pula stiker yang kemudian ditempelkan di beberapa sudut toko penjual yang didatangi agar masyarakat juga turut sadar dan ikut mencegah peredaran rokok ilegal. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan masyarakat khususnya penjual menjadi sadar tentang peredaran rokok ilegal dan masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pencegahan peredaran rokok ilegal yang mengakibatkan kerugian pada keuangan negara.

Category:
Uncategorized

Leave a Comment